Kuala Kurun, 4 Desember 2025 – SMAN 1 Kuala Kurun menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan teknologi di dunia pendidikan dengan sukses menyelenggarakan Sumatif Akhir Semester (SAS) tahun ajaran 2025/2026 secara daring penuh. Menggunakan platform All In One Computer Based Test (AIOCBT), pelaksanaan ujian yang berlangsung sejak tanggal 4 Desember hingga 10 Desember 2025 ini berjalan lancar dan kondusif, menandai langkah maju sekolah dalam evaluasi pembelajaran berbasis digital.

Pelaksanaan SAS daring ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas X hingga kelas XII. Kepala SMAN 1 Kuala Kurun, Batuah, S.Pd., M.Pd, menekankan bahwa metode ini bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang mempersiapkan siswa menghadapi era digital. Penggunaan AIOCBT memungkinkan pengawasan yang lebih terstruktur dan hasil ujian yang dapat dianalisis secara cepat dan akurat.

Siswa mengakses soal ujian dari gadget/gawai mereka masing-masing, di lingkungan sekolah (bagi yang terkendala akses bisa menghubungi panitia pelaksana). Panitia SAS telah memastikan ketersediaan jaringan internet yang memadai serta kesiapan perangkat lunak dan keras jauh hari sebelumnya untuk meminimalisir kendala teknis.

Ketua pelaksana SAS SMAN 1 Kuala Kurun, Asmelidae, S.Pd., mengungkapkan kepuasannya terhadap kelancaran pelaksanaan ujian kali ini.

"Alhamdulillah, Sumatif Akhir Semester berbasis AIOCBT tahun ini berjalan sangat baik. Kami berterima kasih kepada semua pihak, mulai dari tim teknis, pengawas, hingga para siswa yang sangat kooperatif. Penerapan teknologi ini merupakan respons cepat kami terhadap kebutuhan zaman dan tuntutan Kurikulum Merdeka," ujar ibu Asmelidae.

Lebih lanjut, Asmelidae, S.Pd., menyoroti manfaat utama dari penggunaan AIOCBT "Sistem ini tidak hanya mempermudah koreksi, tetapi juga mengajarkan siswa tentang integritas. Dengan sistem daring, kami dapat memantau pengerjaan secara real-time dan meminimalkan potensi kecurangan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas pendidikan di SMAN 1 Kuala Kurun," tutupnya.

Diharapkan, hasil dari SAS berbasis AIOCBT ini dapat segera diproses dan menjadi bahan evaluasi komprehensif bagi dewan guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran di semester berikutnya. Kesuksesan pelaksanaan ujian daring ini menjadi acuan positif bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Kuala Kurun dalam upaya adaptasi teknologi pendidikan.