BANDUNG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putra-putri daerah dari Kalimantan Tengah. Dua siswa SMAN 1 Kuala Kurun berhasil menyabet juara ke-2 dan ke-3 dalam kategori Teknik dan Teknologi pada ajang bergengsi Indonesian Student Research Competition (ISRC) yang berlangsung di Bandung, 16–19 April 2026.
Kompetisi tingkat nasional ini mempertemukan ratusan peneliti muda terbaik dari seluruh Indonesia. SMAN 1 Kuala Kurun sukses mencuri perhatian dewan juri melalui inovasi teknologi yang dinilai solutif dan aplikatif.
Inovasi yang Memukau Dewan Juri
Pada kategori Teknik dan Teknologi, siswa SMAN 1 Kuala Kurun bersaing ketat dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya. Prestasi tersebut diraih oleh:
Juara 2: Diraih oleh
M. Rasya Wira Pratamadengan karya penelitian berjudul “KAHAYAN PURAERO: Sistem Reduksi Aerosol PM2.5 Berbasis Serat Purun untuk Mitigasi Kabut asap pada Ekosistem Gambut Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah”.Juara 3: Diraih oleh
Samuel Panenganudengan karya penelitian berjudul “BETANG-COOL: Optimalisasi Ventilasi Alami Rumah Betang untuk Kenyamanan Bangunan Tropis Modern dalam Mendukung SDGS 7, 11, dan 13”.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa keterbatasan jarak geografis bukan penghalang bagi siswa di Kabupaten Gunung Mas untuk bersaing di level nasional dalam penguasaan teknologi mutakhir.
Apresiasi dan Kebanggaan Sekolah
Kepala SMAN 1 Kuala Kurun, Batuah, S.Pd.,M.Pd, menyatakan rasa bangganya atas dedikasi para siswa dan guru pembimbing yang telah bekerja keras selama persiapan hingga kompetisi berlangsung di Bandung.
"Ini adalah pencapaian luar biasa. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa kami memiliki nalar kritis dan kemampuan inovasi yang tinggi di bidang teknologi. Semoga ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berkarya," ujarnya.
Membangun Budaya Riset
Ajang ISRC sendiri merupakan wadah bagi siswa SMA/sederajat untuk mengasah kemampuan berpikir ilmiah. Dengan perolehan dua juara sekaligus, SMAN 1 Kuala Kurun semakin mengukuhkan posisinya sebagai sekolah yang aktif dalam pengembangan riset dan teknologi di Kalimantan Tengah.
Setelah kepulangan dari Bandung, para pemenang diharapkan dapat terus mengembangkan penelitian mereka agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Kuala Kurun.

